Tuesday, July 24, 2007

Linguistik: Morfologi

Infleksi pada Nomina dalam Bahasa Arab

Makyun Subuki

1. Pendahuluan

Berbeda dengan kebanyakan bahasa lain, kelas kata dalam bahasa Arab terbagi hanya menjadi tiga, yaitu ism (nomina), fi'l (verba), dan ђarf (kata tugas). Bentuk lainnya, seperti adjektiva (shifah), dhzarf (adverbia), dlamīr (pronomina), dan artikel demonstratif (al-isyārah), ketiganya masuk dalam kategori ism (Dahdah 1981: 25). Selain harf, semua bentuk yang termasuk dalam kategori nomina dan verba dapat berinfleksi. Dengan kata lain, pembahasan tentang infleksi pada nomina dalam bahasa Arab berkaitan juga dengan pembahasan infleksi pada semua kategori yang ada di dalamnya.

2. Kerangka Teori

2.1 Definisi Infleksi

Infleksi dapat didefinisikan dari dua arah yang berbeda: pertama, berdasarkan hubungan antara word-form dengan leksemnya; dan kedua, berdasarkan hubungannya dengan sintaksis. Berkenaan dengan hubungan antara word-form dengan leksemnya ini, Bauer (1988: 73) menyatakan bahwa infleksi menetapkan word-form dari leksem tertentu. Bahkan Stump (1998), dalam Spencer dan Zwicky (1998: 14), secara teknis mendefinisikan infleksi sebagai perangkat analisis dalam morfologi yang dapat digunakan untuk mengabstraksikan hubungan antarkata dalam sebuah paradigma (paradigm) dengan leksem intinya. Berkaitan dengan sintaksis, Katamba (1993: 205) menghubungkan infleksi dengan pembentukan kata dan afiksasi yang berkaitan dengan sintaksis. Beard (1998), dalam Spencer dan Zwicky (1998: 44), mempertegas pendapat Katamba dengan berpendapat bahwa infleksi membatasi fungsi gramatikal kata tanpa mengubah maknanya. Haspelmath (2002: 77) mempersempit pendapat ini dan menganggap bahwa kaidah infleksi hanya dapat berlaku setelah kaidah sintaksis berjalan (post-syntactic).

0 comments: