Friday, February 29, 2008
Linguistik: Morfologi
Produktivitas Makyun Subuki 27 Februari 2006 1. Pengertian dan Konsep Dasar Aronoff dan Anshen (1998), dalam Spencer dan Zwicky (1998: 242-243), mendefinisikan produktifitas sebagai kesinambungan kemungkinan yang dapat memperkirakan penggunaan kata potensial (potential words). Haspelmath (2002: 39) dan Bauer (1988: 57) menghubungkan konsep produktif dengan pola morfologis (morphological patterns) yang dapat dipakai dalam pembentukan kata baru. Fromkin (2003: 88), yang berpendapat bahwa kaidah morfologi disebut produktif, jika kaidah-kaidah...
Teori Komunikasi
Komunikasi dalam Teori Interaksionisme Simbolis, Strukturasi, dan Konvergensi Makyun Subuki 15 November 2006 Dalam tradisi interaksional, komunikasi dan arti bersifat sosial, sehingga penjelasan kognitif merupakan penjelasan yang bersifat sekunder. Dalam pandangan mereka, seluruh konvensi sosial menjadi mapan, bertahan, dan berubah melalui interaksi sosial. 1. Interaksionisme Simbolis Interaksionalisme simbolis merupakan perkembangan teori sosiologi yang menaruh perhatian pada hal komunikasi dan masyarakat, bahwa makna dan struktur...
Teori Komunikasi
Komunikasi dalam Fenomenologi dan HermeneutikaMakyun Subuki26 September 2006 Komunikasi yang akan dikemukakan dalam tulisan ini berkaitan dengan teori-teori tentang pengalaman dan pemahaman. Asumsi inti yang melandasi teori tersebut adalah bahwa manusia secara aktif menginterpretasi pengalaman mereka dengan memberikan makna terhadap apa yang mereka lihat. Interpretasi dikenal juga sebagai verstehen (understanding), istilah dalam bahasa Jerman, yaitu proses pemberian makna aktif terhadap apa yang kita amati. 1. Fenomenologi Fenomena...
Semiotik
Kebudayaan sebagai Signifying Order Bagi Danesi dan Perron (1999: 68), tujuan utama semiotik adalah memahami kapasitas manusia dalam membuat dan memahami tanda, dan aktivitas penyusunan-pengetahuan (knowledge-making). Kapasitas dikenal sebagai semiosis, sedangkan aktivitas disebut representasi. Jadi, bagi Danesi dan Perron, kebudayaan bukan sekedar semiosis, karena menurut mereka semiosis merupakan kapasitas neurobiologis yang mendasari produksi dan komprehensi (pemahaman) tanda dari isyarat (signal) psikologis yang sederhana menuju simbol yang...
Linguistik: Fonetik
Fonem dalam Bahasa Arab Makyun Subuki8 Mei 2006Fonem (phoneme) menurut Bloomfield (1933: 77) adalah satuan ciri bunyi distingtif terkecil. Dalam linguistik Arab, fonem disebut al-wahdah as-sawtiyyah (Syahin 1984: 115). Fonem dapat dibagi menjadi jenis konsonan (consonant atau sāmit) dan vokal (vowel atau harakah) (Robins 1989: 106 dan Hijāzy 1978: 43). 1. VokalVokal adalah bunyi bersuara yang tidak melibatkan hambatan, geseran, atau sentuhan lidah atau bibir (Bloomfield 1933: 99). Bunyi vokal dibedakan berdasarkan tiga faktor: pertama, bentuk mulut...